Kamis, 10 Mei 2012



Laporan Praktikum                                         Hari/Tgl    : Kamis / 10 Mei 2012
Peralatan Industri Pertanian                            Golongan  : P2
                                                                        Dosen        : Ir. Ade Iskandar, M.Si
                                                                        Asisten      :
1.      Dimas Hendryanto / F34090135
2.      Dziqi Hanifulloh K./ F34090137
3.      Raysa                      / F34090159



ALAT PENCAMPUR (MIXING EQUIPMENT)


Oleh :
1.      Ayu Dayinta S.H.       / F34100069
2.      Prayuga Deka R.         / F34100072








2012
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR

I.                   PENDAHULUAN


A.                Latar Belakang
Suatu industri yang memproduksi suatu produk pasti melakukan proses pencampuran dari satu bahan dengan bahan lain, baik bahan padat dengan padat. Padat dengan cair. Proses pencampuran merupakan suatu proses yang penting dilakukan dalam industri, bahkan mesin pencampur ditemukan di hampir semua industri pengolahan pangan maupun non pangan mulai dari pencampuran yang sederhana sampai pencampuran yang rumit seperti pada industri farmasi. Mesin pencampur dapat digolongkan dalam kategori mesin pengolah dalam suatu industri yang menunjang proses pengolahan bahan menjadi produk.
Tujuan operasi pencampuran adalah bergabungnya bahan mrnjadi suatu campuran yang sedapat mungkin memiliki kesamaan penyebaran yang semurna. Berhubung secara fisik bahan-bahan yang ada di alam tersedia dalam berbagai bentuk fasa, maka secara teoritis banyak sekali variasi pencampuran bahan yang mungkin timbul.. Peralatan pencampuran mempunyai pemanfaatan yang bermacam-macam. Untuk menentukan jenis dari alat pencampur tergantung pada jenis bahan yang akan di campurkan (cairan, padatan, atau gas), kecepatan alat yang diinginkan serta kekentalan dari suatu bahan tersebut. Oleh karena itu, perlu dipelajari macam-macam peralatan pencampuran yang ada pada laboratorium , antara lain molen mixer dan ribbon mixer. Sehingga dalam melakukan proses pencampuran dapat menggunakan peralatan pencampuran yang sesuai dengan bahan yang digunakan.
B.                 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis peralatan yang sesuai dengan bahan yang cocok padamasing-masing peralatan tersebut dalam suatu industry dan untuk mengetahuifungsi dan spesifikasi dari masing-masing peralatan pencampuran.


II.           HASIL DAN PEMBAHASAN

A.           Hasil
[Terlampir]

B.            Pembahasan
Pencampuran adalah suatu operasi yang menggabungkan dua macam atau lebih komponen bahan yang berbeda hingga tercapai suatu keseragaman. Tujuan dari pencampuran adalah bergabungnya bahan menjadi suatu campuran yang sedapat mungkin memiliki penyebaran yang sempurna atau sama. Tujuan operasi pencampuran adalah bergabungnya bahan menjadi suatu campuran homogen yang sedapat mungkin memiliki kesamaan penyebaran yang sempurna.
Prinsip pencampuran bahan banyak diturunkan dari prinsip mekanika fluida dan perpindahan bahan akan ada bila terjadi gerakan atau perpindahan bahan yang akan dicampur baik secara horizontal ataupun vertical. Prinsip pencampuran didasarkan pada peningkatan pengacakan dan distribusi- distribusi atau lebih komponen yang mempunya sifat yang berbeda. Derajat pencampuran dapat dikarakterisasi dari waktu yang dibutuhkan, keadaan produk atau bahkan jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan pencampuran.
Salah satu alat pencampur dalam sistem emulsi adalah mixer  yang  menghasilkan suatu dispersi yang seragam atau homogen. Terdapat dua jenis mixer  yang berdasarkan jumlah propelernya (turbin), yaitu mixer  dengan satu propeller dan mixer  dengan dua  propiller . Mixer  dengan satu propeller adalah mixer yang biasanya digunakan untuk cairan dengan viskositas rendah. Sedangkan mixer dengan dua propiller umumnya diigunakan pada cairan dengan viskositastinggi. Hal ini karena satu propeller tidak mampu mensirkulasikan keseluruhan massa dari bahan pencampur (emulsi), selain itu ketinggian emulsi bervariasi dari waktu ke waktu (Suryani, dkk., 2002)
Gerakan pencampuran pada mixer bahan baik secara horizontal maupunsecara vertikal tersebut dapat bervariasi bergantung dari jenis pengaduk / propeller  yang digunakan, sehingga hasil yang didapat akan bervariasi pula. Peralatan pencampur dengan menggunakan satu pengaduk/ propeller biasanya digunakan untuk mengaduk bahan dengan viskositas rendah, sedangkan peralatan pengaduk dengan lebih dari satu propeller digunakan untuk mengaduk bahan dengan viskositas tinggi.
Faktor-faktor  yang  mempengaruhi  pencampuran   antara  lain adalah: ukuran  partikel, bentuk,  dan  densitas  dari  masing-masing  komponen,   efisiensi alat pencampur untuk masing-masing komponen, kadar air permukaan bahan pangan, dan karakteristik aliran masing-masing bahan pangan (Brennan, 1968).
  Menurut Mc Cabe et al (1985) spesifikasi alat pencampuran ada tiga, yaitu alat pencampuran  bahan cair/liquid, alat pencampuran bahan padat dan  alat pencampuran bahan viskositas. Pencampuran bahan cair bertujuan untuk mensuspensikan partikel padatan, menggabungkan bahan cair yang dapat saling bercampur ,mendispersikan bahan cair lain yang tidak dapat bercampur dan meningkatkan pindah panas antara bahan cair dan sumber panas.
Pada praktikum ini praktikan diperkenalkan dengan beberapa alat pencampur, yaitu planetary mixer, vertical double rotary mixer, single rotary mixer,  molen mixer dan ribbon mixer. Peralatan ini akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan ini.
Peralatan pertama yaitu planetary mixer. Plenetary mixer adalah alat pencampuran bahan viscous, seperti pasta. Prinsip penerapannya untuk mencampur bahan yang berviskositas tinggi dan berbentuk pasta adalah kinerja yang bergntung pada kontak langsung antara material pencampur dengan bahan yang akan dicampur. Plenetary mixer terdiri dari bejana atau wadah yang bersifat stasioner, sedangkan pengaduk bergerak melingkar sehingga pengaduk bergerak secara berulang melewati seluruh bagian bejana. Pada pengadukan bejana seharusnya berada dalam keadaan tertutup agar adonan tidak tumpah pada saat pengadukan. Karakteristik proses pencampuran pada planetary mixer antara lain, bahan padat dapat mengalir, prinsip hampir sama dengan pencampuran bahan viscous, membutuhkan tenaga yang lebih ringan/kecil dari pada pencampuran bahan pasta, tidak ada aliran bahan ke pengaduk dengan sendirinya. Kemudian cara kerja dari alat ini adalah kocokan mekanik, angkat dan jatuhkan dan menggelindingkan bahan.
Planetary ini bekerja berdasarkan teori perputaran planet, dimana beater berputar mengitari bowl, dimana bowl tidak berputar. Sehingga menghasilkan adonan yang rata dan lembut. Prinsip kerja alat ini adalah dengan berputarnya impeller untuk mencampur bahan sedangkan wadahnya tetap diam. Bahan-bahan yang akan dilakukan pencampurkan dimasukkan ke wadah melalui celah lubang yang tersedia pada mesin tersebut (Anonim, 2006). Setelah itu mesin dapat dijalankan dengan menekan tombol on untuk memulai proses pencampuran. Pengaduk yang digunakan beraneka ragam sesuai dengan jenis bahan yang diolah. Planetary mixer digunakan untuk mencampurkan bahan yang padat.
Kedua yaitu alat pencampur bahan padat. Pada umumnya, untuk mencampur bahan-bahan berpartikel padat digunakan mesin pencampur yang lebih ringan dari pada bahan viscos dan memiliki tenaga lebih tingi dari pada alat pencampur bahan cair. Kebutuhan daya alat ini umumnya berukuran sedang.  Salah satu contoh alat pencampur ini yaitu  ribbon mixer . Ribbon mixer terdiri dari silinder horizontal yang di dalamnya dilengkapi dengan ”screw” berputar dan pengaduk pita berbentuk heliks. Dua pita yang bergerak berlawanan dirakit pada sumbu yang sama. Yang satu menggerakkan padatan perlahan kesatu arah, sedangkan yang lain menggerakkannya dengan cepat ke arah lain. Pita-pita bisa kontinyu maupun terputus-putus. Pencampuran dihasilkan oleh turbulensi yang diinduksi oleh pengaduk yang beraksi berlawanan, jadi tidak oleh gerakan lamban padatan sepanjang rongga aduk. Beberapa ribbon mixer beroperasi secara batch yaitu dengan membuat padatan sekaligus dan mengaduknya sampai tercampur rata. Ribbon mixer tipe  lain bekerja secara kontinu yaitu bahan padatan diumpankan pada salah satu ujung rongga aduk dan dikeluarkan pada ujung lainnya. Ribbon mixer adalah pencampur yang efektif untuk tepung-tepungan yang tidak mengalir dengan sendirinya. Beberapa unit batch memiliki kapasitas yang sangat besar sehingga mampu memuat sampai 9000 galon bahan padat.
Ribbon blender merupakan salah satu alat pencampur yang dapat menghasilkan suatu dispersi yang sejenis atau homogen. Pada alat ini terdapat sumber tenaga yang berfungsi sebagai penggerak dalam proses pengadukannya. Pada alat ini bejana atau wadah tidak bergerak atau berputar. Pada pencampuran menggunakan ribbon blender hanya pengaduk yang bergerak melingkari wadah atau bejana alat tersebut.  Tujuan pengadukan ini agar suatu komponen dapatt terdispersi menjadi homogen dan tidak menimbulkan pengendapan. Selain itu tujuan dari alat ini adalah untuk mendapatkan hasil yang elastis dan pengembangan gluten yang diinginkan. Keuntungan dari alat ini ialah mudah dipelihara dan bahan kecil dapat didispersikan tanpa membutuhkan pencampuran terlebih dahulu. Ribbon blender dibagi menjadi dua jenis yaitu ribbon mixer horizontal dan ribbon mixer rotary. Perbedaan dari kedua alat ini pada perputaran alat pada saat pencampuran, pada mixer rotary sistem pengaduk berputar 360 derajat. Sedangkan mixer horizontal tidak berputar seperti mixer rotary (Anonim,2008).
   Double cone mixer merupakan alat pencampur yang cocok untuk bahan halus dan rapuh. Penggunaan energi dalam pencampurannya kecil. Untuk spesifikasi alat ini adalah kapasitas alat ini dari 2 sampai 100.000 liter dan muatannya bekerja secara otomatis. Keuntungan dari double cone mixer ini adalah mudah digunakan untuk pencampuran berbahan halus, higienis dan mudah dibersihkan.
Jenis mixer yang digunakan pada Alexanderwerk mixer dinamakan spiral yaitu cocok untuk tepung, makanan kental, membutuhkan viskositas tinggi. Komponen-komponen pada Alexanderwerk mixer : motor  berfungsi untuk menghasilkan tenaga penggerak, rotor berfungsi sebagai menghasilkan putaran dan tempat untuk bertumpunya pengaduk, penyangga wadah berfungsi untuk menyangga wadah tempat menyimpan bahan. Selain itu terdapat tombol on/off berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan mesin, pengatur kecepatan berfungsi untuk mengatur kecepatan putaran pengaduk, display kecepatan berfungsi untuk menunjukkan kecepatan yang digunakan oleh pengaduk, lengan pengaduk (Hook) berfungsi untuk mengaduk bahan agar terjadi pencampuran, dan terakhir wadah bahan untuk meletakkan bahan yang akan dicampurkan.
Alat berikutnya adalah Vertical Double Rotary Mixer, yaitu alat yang terdiri dari dua kerucut yang berputar pada porosnya. Jika kerucut berputar, maka bahan yang ada didalamnya akan teraduk atau tercampur. Pencampuran tipe ini memerlukan energi dan tenaga yang lebih besar. Oleh karena itu harus diperhatikan jangan sampai energi yang digunakan diubah menjadi panas yang dapat menyebabkan terjadinya kenaikan temperatur produk. Alat ini cocok digunakan untuk mencampur bahan yang berbentuk biji-bijian atau granula.
Pencampuran dengan menggunakan Vertical Double Rotary Mixer pada umumnya adalah bahan padat (solid mixing) yang banyak diaplikasikan di berbagai bidang industri. Untuk memperoleh produk dengan kualitas optimum, maka dalam proses mixing harus memperhatikan sifat-sifat fisik dari partikel seperti aerasi, fiability, explosifitas, dan adheren terhadap permukaan (Holdich, 2002).
Alat ini merupakan alat pencampur sederhana, penggunaan energi dalam pencampurannya kecil dan cocok digunakan untuk mencampur bahan yang halus dan rapuh. Adapun kelebihan dan keuntungan dari alat ini adalah mudah digunakan untuk bahan-bahan halus, higienis dan mudah dibersihkan, prinsip kerjanya seperti KEMUTEC’s dengan multi shear deflector plate untuk perbaikan efesiensi sehingga granula dan bubuk (tepung) bebas mengalir, dan kehilangan produk dapat diminimalkan
Pada proses perhitungan rotary per minute atau banyaknya putaran impeller alat dan vessel, dihasilkan perhitungan 140 rpm untuk impeller dan 17 rpm untuk vessel. Vessel bergerak lebih lambat daripada impeller dikarenakan vessel adalah bagian wadah pada alat vertikal double rotary ini, sedangkan impeller merupakan pengaduk utama yang mengaduk di dalam wadah dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Peralatan yang diperkenalkan selanjutnya adalah mixer molen. Mixer molen biasa dijumpai pada tempat yang sedang melakukan pembangunan. Biasanya digunakan sebagai alat pengaduk semen untuk bahan dasar bangunan. Prinsip kerja dari alat ini sama seperti mixer yang lain. Pada alat ini berbentuk seperti pisang molen, dimana di dalamnya terdapat pengaduk yang menempel dengan permukaan dari bejana alat tersebut. Ketika bahan dimasukan, maka alat akan berputar searah sesuai dengan pengaturan, kemudian bahan tersebut akan teraduk setelah bahan bersentuhan dengan pengaduk yang berada di dalam molen. Hasil dari alat ini tidak menghasilkan produk yang sangat halus. Pada praktikum dijelaskan bentuk dari molen ini, molen ini berbentuk seperti gerobak dengan bejana berbentuk molen yang menempel pada gerobak. Pada saat keadaan diam, lubang bejana menghadap ke posisi atas, kemudian bahan dikeluarkan dengan cara mengarahkan lubang bejana tersebut kearah bawah maka bahan akan tumpah atau keluar ke bawah. Proses mixing ini banyak dijumpai di industri seperti industri pembuatan roti, kue dan lain-lain (Wiranatakusumah, Aman et al, 1992)
    Alat ini umumnya digunakan untuk mengaduk bahan padat ataupun yang memiliki viskositas tinggi. Bagian yang ada pada alat ini hamper sama dengan tipe ribbon hanya saja impeller pada alat ini umumnya tidak sampai pada dasar wadah. Sehingga kapasitas sari bahan yang dimasukkan haruslah sesuai sehingga hasil yang didapatkan dapat homogen. Pada seafast alat ini digunakan untuk campuran beras dan jagung. Kapasitas pada alat ini sangat bervariasi.  Di seafast sendiri kapasitas alat tersebut adalah 15-20 kg.






















DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Ribbon Mixer.http://www. kemutec ribbon. htm.(14 Mei 2012)
Anonim. 2006. Penerapan Mixer di Industri [Terhubung berkala]     http://www.digilib.its.ac.id [14 Mei 2012)
Holdich, R.  2002.  Fundamental of Particle Technology. New York : Loughborough University.
Mc Cabe,1985. Unit Operation of Chemical Engineering. Jakarta : Erlangga.
Wiranatakusumah, Aman et al. 1992. Petunjuk Peralatan dan Unit ProsesIindustri
               Pangan. Bogor : Depdikbud. Direktorat jendral Pendidikan tinggi PAU                             IPB.


Rabu, 11 April 2012

Motor Listrik



I.                  PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pada jaman modern seperti ini hampir semua pekerjaan manusia dilakukan oleh mesin, terlebih untuk kegiatan yang menghasilkan uang seperti pada bidang industri. Tenaga manusia dan hewan telah digantikan oleh berbagai mesin yang dapat menunjang berbagai macam kebutuhan manusia dengan lebih efektif dan efisien. Industri sangat erat kaitannya dengan masalah mesin- mesin produksi yang digunakan. Bahkan ketika kita menyebutkan kata industri, yang ada di pikiran kita adalah mesin-mesin industri. Padahal, pada kenyataannya tidak semua industri memiliki mesin.
Untuk menjalankan suatu industri dengan baik, sangatlah dibutuhkan keterampilan dalam memahami mekanisme alat-alat maupun mesin yang digunakan dalam industri. Untuk dapat melakukan pemilihan mesin dengan baik, seseorang dituntut untuk mengetahui seluruh seluk beluk  permesinan baik mengenai konstruksi, prinsip kerja, bahan konstruksi, maupun kapasitas dan dayanya. Salah satu glongan mesin dan peralatan industri pertanian jika dilihat dari fungsinya yaitu mesin pembangkit tenaga. Mesin pembangkit tenaga merupakan mesin yang sangat diperlukan untuk membangkitkan tenaga dalam industri.
Dalam industri, terdapat berbagai macam mesin yang digunakan dalam proses produksi. Di antara mesin-mesin tersebut, terdapat mesin pembangkit tenaga yang berfungsi sebagai sumber tenaga yang digunakan untuk proses produksi. Mesin pembangkit tenaga ada beberapa macam, di antaranya ada motor bakar, motor listrik dan boiler. Mesin – mesin tersebut memiliki karakteristik dan prinsip kerja yang berbeda serta juga memiliki kelebihan dan kelemahan masing – masing.

B.       Tujuan
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan AC dan DC serta 1 fase dan 3 fase pada mesin listrik dan manfaat komponen – komponen boiler serta contoh jenis boiler pipa air dan pipa api di pasaran.
II       PEMBAHASAN

            Praktikum kali ini membahas mengenai motor listrik dan boiler. Motor listrik adalah sebuah perangkat ekektromagnetik yang mengubah energy listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini biasanya digunakan untuk memutar impeller pompa, fan, atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dan sebagainya. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air, blender, hair dryer , dan penyedot debu. Mesin-mesin pertanian terutama mesin pengolahan hasil pertanian dan mesin-mesin industri pun banyak yang menggunakan tenaga putarnya dari motor listrik. Hal ini membuat motor listrik sering disebut sebagai “kuda kerja” industri karena diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri (Anonim, 2011).
Motor listrik yang umum digunakan di dunia industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW). Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.
Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisiensi dari EU.
Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Prinsip kerja dari motor listrik adalah Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap. (Anonim,2010)
Di dalam motor listrik terdapat beberapa bagian yang bergerak maupun yang diam. Bagian yang tidak bergerak   yaitu magnet disebut stator dan bagian yang bergerak adalah kumparan disebut rotor. Mekanisme kerja motor listrik secara sederhana yaitu ketika listrik yang dialirkan pada kumparan akan mengakibatkan kumparan tersebut memiliki medan magnet. Ketika kumparan menjadi magnet, terjadi gaya tolak menolak dan tarik menarik secara bergantian antara elektromagnet pada kumparan berputar. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan. Dengan berputarnya kumparan dan menghasilkan kumparan medan inilah maka motor listrik dapat menghasilkan tenaga gerak.
Motor listrik diklasifikasikan berdasarkan pasokan input, konstruksi, dan mekanisme operasi menjadi motor listrik AC dan motor listrik DC yang kemudian dibagi lagi sesuai bagan di bawah ini.
Motor DC/arus searah, sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak langsung/direct-unidirectional. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torsi yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas. motor DC yang memiliki tiga komponen utama yaitu kutub  medan, dinamo, dan kommutator.
 Kutub medan yang merupakan interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan.  Dinamo dalam motor listrik berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo. Sedangkan kommutator digunakan untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo. Kommutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.
Keuntungan utama motor DC adalah kecepatannya mudah dikendalikan dan tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor DC ini dapat dikendalikan dengan mengatur tegangan dynamo dan arus medan. Dengan meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan, dengan menurunkan arus medan juga akan meningkatkan kecepatan. Kekurangan motor listrik DC diantaranya: Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya dibatasi untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang, seperti peralatan mesin dan rolling mills, sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya. Motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC.
Motor AC/arus bolak-balik menggunakan arus listrik yang membalikkan arahnya secara teratur pada rentang waktu tertentu. Motor listrik AC memiliki dua buah bagian dasar listrik yaitu stator dan rotor. Stator merupakan komponen listrik statis. Rotor merupakan komponen listrik berputar untuk memutar as motor. Keuntungan utama motor DC terhadap motor AC adalah bahwa kecepatan motor AC lebih sulit dikendalikan. Untuk mengatasi kerugian ini, motor AC dapat dilengkapi dengan penggerak frekwensi variabel untuk meningkatkan kendali kecepatan sekaligus menurunkan dayanya. Motor induksi merupakan motor yang paling populer di industri karena kehandalannya dan lebih mudah perawatannya. Motor induksi AC cukup murah (harganya setengah atau kurang dari harga sebuah motor DC) dan juga memberikan rasio daya terhadap berat yang cukup tinggi (sekitar dua kali motor DC).
Berdasarkan karakteristik dari arus listrik yang mengalir, motor AC (Alternating Current, Arus Bolak-balik) terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1.      motor listrik AC / arus bolak-balik 1 fasa dan
2.      motor listrik AC / arus bolak-balik 3 fasa.
Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa, dimana pada motor AC tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yang menghasilkan medan putar dan pada rotor sangkar terjadi induksi dan interaksi torsi yang menghasilkan putaraN. Sedangkan pada motor satu fasa memiliki dua belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan belitan fasa bantu (belitan Z1-Z2)
Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga memiliki impedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga berpenampang kecil dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih besar dibanding impedansi belitan utama (Anonim,2009) Keunggulan satu fasa antara lain konstruksinya sederhana, daya kecil, mudah di operasikan dan handal.
Motor listrik 3 fase mempunyai 4 kawat belitan dengan 3 kawat yang dihubungkan dengan arus, sedangkan satu kawat sebagai penetral tidak dihubungkan. Motor listrik 3 fase mempunyai spesifikasi tegangan dari PLN sebesar 380 votl. Cara kerja motor tiga fase yaitu: Motor tiga fase akan bekerja/berputar apabila sudah dihubungkan dalam hubungan tertentu.Motor listrik mendapatkan tegangan (jala-jala/power/sumber) sesuai dengan kapasitas motornya. Diperkirakan 70% motor di industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik dan grinder. Keunggulan motor listrik tiga fasa adalah kemampuan berdaya tinggi dan penyalaan sendiri (tidak memerlukan alat lain untuk membantu menyala.











III     PENUTUP

A. Kesimpulan
     Motor listrik termasuk kedalam kategori mesin listrik dinamis dan merupakan sebuah perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik terbagi menjadi dua yaitu motor AC dan DC. Motor  AC memiliki keunggulan yaitu lebih murah, rasio daya terhadap berat cukup tinggi, dan perawatan yang cukup mudah. Motor listrik AC dibagi menjadi motor AC satu fasa  dan motor AC tiga fasa. Keunggulan motor satu fasa adalah konstruksinya sederhana, daya kecil, mudah dioperasikan dan handal. Keunggulan motor tiga fasa adalah dapat menyala sendiri dan kemampuan tinggi. Motor DC memiliki keunggulan kecepatan mudah diatur dan dikendalikan, tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya, dan tersedia dalam berbagai bentuk ukuran motor.
Boiler adalah alat yang dipakai untuk memproduksi stim. Kemudian stim ini digunakan untuk proses pengolahan dan untuk keperluan – keperluan lain seperti keperluan sanitasi pabrik dan pembersih alat – alat pengolah. Komponen – komponen utama yang ada boiler yaitu ruang bakar/furnace, alat pembakar/burner, permukaan penguap/steaming surface, cerobong/stack, dan drum uap/steam drum. Boiler juga dibedakan menjadi 2 yaitu boiler pipa air dan pipa api. Pada boiler pipa api, panas berada di dalam pipa dan air berada di luar pipa. Sedangkan pada boiler pipa air, air berada di dalam pipa dan api di luar pipa.

B. Saran
Setelah membahas mengenai mesin listrik dan boiler, kita seharusnya dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan antara mesin listrik dan boiler sehingga dalam pengaplikasiaanya lebih efisien dan ramah lingkungan. 





DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2009.Motor Listrik AC Satu Fase.[terhubung berkala]. http://dunia -listrik.com/2009/04/motor-listrik-ac-satu-fasa.html (10 Maret 2012).
Anonim.2010. Motor Listrik.[terhubung berkala]. http://dunia-listrik.com/ 2008/12 /motor-listrik.html. (10 Maret 2012).
Anonim. 2011. Pengertian Motor Listrik. [Terhubung berkala]. http://pengertian-motor-listrik.com (10 Maret 2012)